Awas Ada Sanksinya! PT Perorangan Jangan Sampai Lupa Bikin Laporan Keuangan!
Awas Ada Sanksinya! PT Perorangan Jangan Sampai Lupa Bikin Laporan Keuangan!
Untuk menciptakan stabilitas ekonomi di Indonesia, Pemerintah memberikan kemudahan kepada pelaku usaha mikro dan kecil dalam pendirian Perseroan Perorangan atau biasa disebut dengan PT Perorangan. Pelaku usaha mikro dan kecil dapat mendirikan PT Perorangan hanya dengan satu orang saja dan dengan modal yang kecil.
 
Tahukah kamu bahwa ternyata PT Perorangan memiliki kewajiban untuk membuat laporan loh! Berdasarkan Pasal 10 PP No. 8 Tahun 2021 tentang Modal Dasar Perseroan Serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perseroan yang Memenuhi Kriteria untuk Usaha Mikro dan Kecil, menyatakan bahwa PT perorangan wajib membuat laporan keuangan. Laporan keuangan tersebut dilaporkan kepada Menteri dengan melakukan pengisian format isian penyampaian laporan keuangan secara elektronik paling lambat 6 (enam) bulan setelah akhir periode akuntansi berjalan.
 
Yang dimaksud dengan “periode akuntansi berjalan” adalah periode akuntansi yang dihitung sejak tanggal sertifikat diterbitkan. Dimana format isian penyampaian laporan keuangan sebagaimana dimaksud memuat:
 
  1. Laporan posisi keuangan;
  2. Laporan laba rugi; dan
  3. Catatan atas laporan keuangan tahun berjalan.
 
Apabila PT perorangan tidak menyampaikan laporan keuangan maka akan dikenai sanksi administratif berupa:
 
  1. Teguran tertulis;
  2. Penghentian hak akses atas layanan; atau
  3. Pencabutan status badan hukum.
 
Lalu apa tujuan dan fungsi dari laporan keuangan itu? Menurut Standar Akuntansi Keuangan (SAK), tujuan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi sebagian besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Selain itu laporan keuangan juga bertujuan untuk menunjukkan pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber dana yang dipercayakan kepada mereka.
 
Laporan keuangan merupakan hasil dari proses akuntansi juga dapat digunakan sebagai alat untuk komunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan dengan data atau aktivitas perusahaan tersebut. Fungsi laporan keuangan bagi masing-masing pihak dapat dijabarkan sebagai berikut:
 
  1. Bagi investor
 
Investor membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi yang dimilikinya. Investor juga membutuhkan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.
 
  1. Bagi karyawan
 
Karyawan memerlukan informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas dari perusahaan. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan jasa, manfaat dan kesempatan kerja.
 
  1. Bagi pemberi pinjaman
 
Pemberi pinjaman membutuhkan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
 
  1. Bagi pelanggan
 
Pelanggan yang berkepentingan memerlukan informasi kelangsungan hidup perusahaan terutama keuangan, apalagi kalau pelanggan terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan perusahaan.
 
  1. Bagi pemerintah
 
Pemerintah dan berbagai lembaga negara membutuhkan laporan keuangan untuk dapat menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional.
 
  1. Bagi masyarakat
 
Laporan keuangan dapat membantu masyarakat untuk mengakses informasi terkait dengan apakah perusahaan tersebut memberikan kontribusi yang berarti bagi perekonomian nasional dan dapat mengakses informasi tentang perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan.

 

Minta Penawaran!