Apa Perbedaan PT Biasa dengan PT Perorangan?
Apa Perbedaan PT Biasa dengan PT Perorangan?
Usaha Anda sudah sukses? Jangan lupa untuk mendirikan Badan Usaha!


Kenapa mendirikan Badan Usaha itu penting? Berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh World Bank, usaha mikro dan kecil (UMK) akan lebih stabil dalam menjalankan usahanya apabila sudah berbentuk formal, karena akan mendapatkan akses pendanaan yang lebih baik, profit yang lebih baik dan tentu saja akan berdampak pada meningkatnya pendapatan negara.


Salah satu badan usaha yang dapat didirikan oleh pelaku UMK adalah Perseroan Terbatas (PT), namun seperti yang kita ketahui setelah dikeluarkannya UU Cipta Kerja ada dua jenis PT yaitu PT biasa dan PT Perorangan. Nah, Penting bagi pelaku UMK untuk memilih badan usaha yang sesuai dengan kebutuhan dan usahanya yang sedang berjalan. Yuk! Pahami dulu apa pengertian dan perbedaan dari PT biasa dengan PT Perorangan!


Berdasarkan UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas yang telah diubah dengan UU Cipta Kerja. Dapat kita simpulkan bahwa yang dimaksud dengan PT adalah badan hukum yang merupakan persekutuan modal, didirikan berdasarkan perjanjian, melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang seluruhnya terbagi dalam saham. Sedangkan yang dimaksud dengan PT Perorangan adalah Badan Hukum perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro dan Kecil yang didirikan oleh 1 (satu) orang. Tahukah Anda bahwa ternyata PT Biasa dan PT Perorangan memiliki beberapa perbedaan.


Yuk! Mari kita lihat apa saja perbedaan PT Biasa dengan PT perorangan di bawah ini!


PT Perorangan PT Biasa
Bisa didirikan oleh satu orang. Minimal didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih.
Hanya bisa didirikan oleh WNI berusia paling rendah 17 (tujuh belas) tahun dan cakap hukum. Dapat didirikan oleh WNI, WNA, badan hukum Indonesia atau asing.
didirikan tanpa Akta Notaris, cukup mengisi form pernyataan pendirian secara elektronik. Didirikan dengan akta notaris yang dibuat dalam Bahasa Indonesia.
Pendirian PT Perorangan hanya dapat dilakukan satu kali dalam 1 tahun. Tidak ada aturan yang membatasi pendirian PT biasa.
Organ Perseroan PT Perorangan adalah Pemegang saham tunggal yang merangkap sebagai direktur. Organ Perseroan PT adalah Rapat Umum Pemegang Saham, Direksi, dan Dewan Komisaris.
Tidak ada ketentuan minimal, namun memiliki maksimal modal dasar senilai Rp 5 miliar. Tidak ada ketentuan minimal atau maksimal modal dasar.
Memiliki kewajiban untuk membuat laporan keuangan. Tidak ada aturan untuk kewajiban membuat laporan keuangan. (khusus usaha mikro)


Sudah paham kan sekarang perbedaannya PT biasa dengan PT Perorangan. Nah, dapat kita simpulkan bahwa mendirikan PT Perorangan adalah pilihan terbaik untuk pelaku umk karena dapat didirikan sendiri dan tidak membutuhkan akta notaris.

Tunggu apalagi? Yuk, segera dirikan PT Perorangan di Buka Usaha yang memiliki pelayanan praktis, mudah dan terjangkau!

Minta Penawaran!