Memasuki Masa Endemi, Pertimbangkan 3 Langkah Ini!
Memasuki Masa Endemi, Pertimbangkan 3 Langkah Ini!

Awal 2020 hingga memasuki 2022 adalah kurun waktu yang dapat dikatakan akan selalu diingat oleh sejarah umat manusia. Karena di kurun waktu tersebut, hampir setiap negara di berbagai belahan dunia terdampak pandemi Covid-19. Berbagai sektor otomatis lumpuh seketika. Sektor yang mengalami dampak paling signifikan adalah ekonomi, bisnis, dan perdagangan. Menurunnya aktivitas di sektor ini juga disebabkan oleh aktivitas pariwisata dan mobilitas manusia yang sangat dibatasi pada saat pandemi melanda.

 

Tidak terkecuali di Indonesia, banyak pelaku usaha mengalami kesulitan dalam mempertahankan neraca ekonomi agar tetap stabil dan surplus, khususnya para pelaku usaha yang bergerak di bidang usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Banyak pelaku UMKM akhirnya memilih untuk menutup usahanya di tengah pandemi, mengurangi karyawan, atau beralih ke penjualan secara online demi menekan biaya operasional.

 

Namun beberapa bulan belakangan ini, perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia mengalami penurunan yang signifikan. Hal ini membuat beberapa pembatasan-pembatasan yang diterapkan oleh pemerintah mulai dilonggarkan. Mobilitas manusia pun sudah mulai kembali ke situasi normal dimana pusat perbelanjaan dan tempat wisata mulai ramai dikunjungi kembali. Perubahan-perubahan ini setidaknya menjadi salah satu indikator bahwa bisa saja dalam waktu dekat status pandemi dapat berubah menjadi endemi.

 

Bagi pelaku UMKM, tentu perubahan situasi yang terjadi saat ini dapat menjadi kabar baik untuk keberlangsungan usaha. Namun sebelum betul-betul status pandemi dihentikan, setidaknya ada beberapa langkah yang dapat dilakukan agar UMKM Anda siap  menyambut situasi endemi yang akan datang :

 

Mulai Perkenalkan Usaha Secara Offline

 

Perbedaan yang paling terlihat pada saat masa pandemi dibandingkan dengan masa sebelum pandemi adalah, kegiatan yang hampir semuanya dilakukan secara online. Dengan adanya pembatasan aktivitas manusia, aktivitas pekerjaan, perdagangan, atau hiburan, dilakukan semua secara online. Namun memasuki endemi, maka Anda tidak bisa mengandalkan aktivitas online sepenuhnya. Ada baiknya Anda mempertimbangkan untuk kembali menyewa lahan usaha untuk memasarkan produk UMKM Anda. Bisa juga dengan mengikuti berbagai pameran atau eksibisi yang memungkinkan produk/jasa Anda diketahui lebih luas oleh konsumen.

 

Manfaatkan Relasi Antara Pedagang Dan Penjual

 

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, dengan pemasaran produk/jasa secara offline maka Anda memungkinkan bercakap-cakap secara langsung dengan calon pembeli. Munculkan kesan yang ramah dan hangat ketika berbincang dengan calon pembeli, agar mereka mendapatkan pengalaman yang baik ketika berkunjung ke tempat usaha Anda. Jangan lupa kuasai setiap informasi mengenai produk/jasa yang dijual, agar Anda dapat menjelaskan secara detail kepada calon pembeli. Tak jarang loh, pelanggan mau mencoba atau bahkan membeli lagi produk/jasa yang ditawarkan karena keramahan dari kita sebagai “tuan rumah”.

 

Pertimbangkan Untuk Memproteksi Usaha Anda

 

Dengan pembeli yang bisa datang secara offline maupun online membuat produk/jasa dari UMKM Anda dikenal oleh masyarakat semakin luas. Namun jangan sampai ketika UMKM Anda semakin berkembang, tidak diikuti dengan proteksi yang kuat secara hukum. Hal ini dapat diatasi dengan menjadikan UMKM Anda sebagai Perseroan Perorangan (PT Perorangan). Salah satu keunggulan dari PT Perorangan adalah, pendiriannya yang tidak membutuhkan modal besar (di bawah 1 miliar untuk usaha mikro), serta bisa didirikan oleh satu orang pemilik modal saja, dalam hal ini Anda sebagai pemilik usaha.

 

Jika Anda tertarik dengan strategi di poin ketiga ini, Anda bisa hubungi dan konsultasikan dengan Bukausaha sebagai penyedia jasa yang siap membantu Anda.  

 

Nah, setelah mengetahui beberapa strategi bagi UMKM dalam memasuki masa endemi, sekarang saatnya giliran Anda menerapkannya untuk pengembangan bisnis Anda yang semakin maju lagi!

 

Minta Penawaran!