Perseroan Perorangan: Langkah Hukum Untuk Lindungi Usaha Anda
Perseroan Perorangan: Langkah Hukum Untuk Lindungi Usaha Anda
Konsep perseroan perorangan adalah salah satu konsep yang dilahirkan melalui UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Ciptaker). Berdasarkan pasal 153A UU Cipta Kerja menyebutkan bahwa perseroan yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil dapat didirikan oleh satu (1) orang.
 

Apa itu yang dimaksud dengan perseroan perorangan?

 

Sesuai dengan PP No. 8 Tahun 2021 tentang Modal Dasar Perseroan Serta Pendaftaran Pendirian, Perubahan, dan Pembubaran Perseroan yang Memenuhi Kriteria untuk Usaha Mikro dan Kecil, yang dimaksud dengan perseroan perorangan adalah badan hukum yang melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang memenuhi kriteria usaha mikro dan kecil serta didirikan oleh 1 (satu) orang.

 

Kriteria usaha mikro dan kecil diatur pada PP No. 7 Tahun 2021 tentang Kemudahan, Pelindungan, dan Pemberdayaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, dimana yang dimaksud dengan usaha mikro dan kecil, ialah:

 

Usaha Mikro

 

Yang dimaksud dengan usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro. Adapun kriteria dari Usaha Mikro ialah memiliki modal usaha sampai dengan paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

 

Usaha Kecil

 

Usaha kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil. Adapun kriteria dari usaha kecil ialah memiliki modal usaha lebih dari Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah) sampai dengan paling banyak Rp 5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha.

 

Apabila usaha Anda memenuhi salah satu kriteria dari usaha mikro dan kecil, maka Anda dapat mendirikan perseroan perseorangan. Perseroan Perorangan ini bertujuan untuk membantu UMK, yang awalnya tidak teratur dalam modal, dan pengurusan, sehingga menjadi UMK yang lebih teratur dan terorganisir, yang kemudian akan meningkatkan pendapatan para pelaku UMK.

 

Selain itu menurut Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Perseroan Perorangan ini akan memberikan perlindungan bagi pelaku UMK, antara lain:

 

  1. Pelaku usaha yang mendirikan Perseroan perorangan terjadi pemisahan kekayaan pribadi dan perusahaan dalam bentuk penyertaan modal;
  2. Pelaku usaha juga dapat mengakses pembiayaan dalam bentuk pinjaman dari perbankan;
  3. Perseroan perorangan ini sifatnya one-tier, atau pemegang saham tunggal yang merangkap sebagai direktur tanpa perlu adanya komisaris; dan
  4. Pajak yang harus dibayarkan juga lebih murah dibandingkan perseroan terbatas ataupun pajak penghasilan perorangan dan akan diberikan tenor pembayaran untuk waktu tertentu.

 

Minta Penawaran!